Senin, 26 Juli 2010
Sir. 44:1,10-15; Mat. 13:16-17
Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.
Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.
KESEMPATAN KITA
Dikatakan banyak nabi dan orang benar mencari dan menanti, dan mereka tak mendapat kesempatan berhadapan dengan Anak Manusia. Sebaliknya orang-orang yang berjumpa dan percaya pada Yesus, mereka menemukan Sang Juru Selamat yang dinantikan itu. Kita memiliki kesempatan istimewa itu, seberapa bangga dan bijaksana kita begitu menyadari kenyataan ini.
Selasa, 27 Juli 2010 : Hari Biasa
Yer. 14:17-22; Mat. 13:3643
Maka Yesus pun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: "Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu." Ia menjawab, kata-Nya: "Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia; ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat.
SAAT YESUS MENERANGKAN
Saya membayangkan ketika mereka pulang dan bertanya langsung pada Yesus, pastilah dalam keadaan istirahat, tenang, dan sangat mesra sebagai orang dekat. Yesus menerangkan rahasia-rahasia keselamatan dengan gamblang. Demikian irama kita, pagi adalah masa menabur benih semangat, malam menjadi malam mengendapkan. Pada jaman modern hal itu sering terkacaukan, manusia masih sibuk di malam hari dan tak sempat mengendapkan pengalaman dan tak sempat menyaring pengalaman imannya. Kita pantas mewaspadainya agar kita selalu punya kesempatan di mana Yesus menerangkan karya keselamatannya.
Rabu, 28 Juli 2010 : Hari Biasa
Yer. 15:10,16-21; Mat. 13:44-46
"Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu."
MORE THAN JUST REASONABLE
Ada istilah telalu mahal dan terlalu murah, tetapi dalam bahasa jual beli ada istilah reasonable, ketika berapapun harga yang dibayarkan akan layak karena mendapatkan barang yang bagus. Orang dalam injil tadi digambarkan lebih beruntung daripada yang reasonable, dan itu adalah perumpamaan untuk kita semua anak-anak Kerajaan Surga yang sangat beruntung boleh mengenal Yesus sebagai penyelamat. Adakah kita mengutamakan Yesus lebih dari pada segala sesuatu.
Kamis, 29 Juli 2010 : Pw S. Marta, Maria dan Lazarus
1Yoh. 4:7-16; Yoh. 11:19-27 atau Luk. 10:38-42
Marta mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."
Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."
MENJADI REM DAN GAS
Pekan lalu kita beberapa kali mengutip perikop Injil ini. Saat ini saya mengajak anda memperhatikan nada kesepian Marta ketika ia mengatakan, “Tuhan, tidakkah Engkau peduli bahwa aku melayani seorang diri saja?” Keinginan kita untuk lari kencang dalam aneka kesibukan kadang menyebabkan kesepian mendalam, seolah-olah tak ada orang lain yang mau membantu. Pada saat yang sama kita melupakan orang di sekitar kita yang sebenarnya juga sedang mengembara mencari yang terbaik dan berjangka panjang. Inilah rahasia perbedaan karakter, ada yang ingin melihat landasan terdalam melakukan sesuatu, dan ada yang ingin sesegera mungkin mengerjakannya. Dua-duanya akan saling melengkapi dalam hidup ini. Saya sering menggambarkannya dengan rem dan gas yang masing-masing berlawanan fungsi namun saling mengatasi dan punya arti.Akan tetapi prinsip karya iman tetap sama: dengarkan Tuhan dan kerjakan.
.
Jumat, 30 Juli 2010 : Hari Biasa
Yer. 26:1-9; Mat. 13:54-58
Setibanya di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: "Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu? Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?"
BUKAN YANG SPEKTAKULER
Mata manusia di sepanjang jaman haus akan hal spektakuler, ingin melihat hal-hal baru dari dunia lain. Keajaiban Yesus sulit dipahami orang-orang yang tahu latar belakang Yesus dalam hidup sehari-hari. Mereka mendambakan orang dari dunia antah berantah yang berbicara dengan bahasa baru. Kita perlu membalik cara pikir, karena Tuhan ingin mengerjakan karya ajaibnya lewat hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana Anda menangkap hal ini?
Sabtu, 31 Juli 2010 : Pw S. Ignasius dr Loyola
Yer. 26:11-16,24; Mat. 14:1-12
Pada masa itu sampailah berita-berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah.
Lalu ia berkata kepada pegawai-pegawainya: "Inilah Yohanes Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya." Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggunya dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya.
SUARA YOHANES PEMBAPTIS
Yohanes seperti tak bisa ditawar barang selangkahpun, ia tetap tegas menegur Herodes. Integritas Yohanes menjadi ancaman tersendiri bagi Herodes yang cenderung terombang-ambing. Pada akhir sebuah pesta, Herodes menuruti permintaan anak Herodias untuk memenggal kepala Yohanes. Kenyataannya kepala Yohanes terpenggal namun seruan moralnya terngiang-ngiang di benak Herodes. Karena itu berita kedatangan Yesus sangatlah menggelisahkannya. Pernahkan anda berpikir untuk menjadi suara moral yang lantang seperti Yohanes Pembaptis? Atau sudahkah kita mengatasi kegelisahan-kegelisahan tak jelas yang mengombang-ambingkan kita?
Read more...