Renungan Jumat, 30 Juli 2010
>> Friday, July 30, 2010
Shalom semuanya,
Bacaan pertama: Jer 3:14-17 Yeremia26:1-Bacaan Injil: Matius 13:54-58
Perayaan St Petrus Krisologus
Matius 13:54-58:
Setibanya di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: "Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu?
Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-
Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya."
Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.
Shalom semuanya,
"Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya."
Biasanya bila kita mengenal seseorang dengan baik, misalnya anggota keluarga kita sendiri, family, teman dekat ada kemungkinan kita lebih berani dalam berkomentar mengenai orang tersebut. Mungkin biasanya orang itu biasa-biasa saja dan ketika kita mendengar dia melakukan hal yang luar biasa, kita akan berkata: Masa sih? Mana mungkin orang itu bisa berbuat seperti itu? Kan pendidikannya cuma sekian, posisinya cuma jadi itu, dan sebagainya. Bukannya mencoba melihat keadaan yang sekarang dan turut bergembira untuknya, tapi malah mencoba menimbang-nimbang dan menilai orang tersebut dengan pikiran/perkataan negatif menurut ukuran kita. Begitulah yang dialami Yesus di kota kediamanNya sendiri. Orang-orang di sana begitu terpaku akan latar belakang keluarga Yesus, sehingga mereka tidak percaya bahwa Yesus bisa melakukan keajaiban-keajaiban
Melalui bacaan injil hari ini kita juga diingatkan untuk tidak membatasi cara Tuhan bekerja dalam hidup kita. Tuhan bisa mengirimkan dan memakai siapa saja untuk menjadi penyalur berkatNya. Dan agar kita bisa menerima berkatNya itu, yang kita butuhkan adalah hati yang terbuka terhadap rencanaNya dan menerima kehadiranNya dalam hidup kita. Seberapa besarkah iman kita kepada Yesus? Apakah aku sudah membuka hatiku terhadap rencanaNya dan KaryaNya? Sudahkah aku membuka hatiku dan pikiranku terhadap orang-orang disekitarku yang mungkin Tuhan pakai/gunakan untuk menegurku,mengingat
Let's us being humble in every situation in our life while we being accepted and praised or while we being rejected and humilated. Karna kita bukan siapa-siapa, kita tidak bisa apa-apa dan kita tidak punya apa-apa. Segala yang ada dan semua yang ada hanyalah Berkat, Anugerah, Pemberian, Belas Kasihan Allah semata-mata.
Semua Kar'na AnugerahNya
Jeffry S Tjandra
http://www.youtube.
Bukan karena kebaikanmu
Bukan karena fasih lidahmu
Bukan karena kekayaanmu
Kau dipilih, kau dipanggilNya
Bukan karena kecakapanmu
Bukan karena baik rupamu
Bukan karena kelebihanmu
Kau dipanggil, kau dipakaiNya
Bila engkau dapat, itu karenaNya
Bila engkau punya, semua daripadaNya
Semua karena anugerahNya
Dib'rikanNya pada kita
Semua anugerahNya
Bagi kita
Bila kita dipakaiNya
| Kisah St. Petrus Krisologus (dari: http://yesaya. |
Petrus dilahirkan di sebuah kota kecil di Imola, Italia. Ia hidup pada abad kelima. Uskup Kornelius dari Imola membimbingnya dan mentahbiskannya sebagai seorang diakon. Bahkan sejak masih kanak-kanak, Petrus mengerti bahwa seseorang sungguh adalah seorang yang besar hanya jika ia dapat mengendalikan emosinya dan mengenakan semangat Kristus.
Ketika Uskup Agung Ravenna, Italia, wafat, Petrus ditunjuk oleh Paus St Leo Agung untuk menggantikannya. Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 433. Sebagai seorang imam dan uskup, St Petrus berkarya secara efektif. Ia berjuang keras untuk menghapuskan kekafiran yang masih ada dalam keuskupannya. Ia membantu umatnya bertumbuh dalam iman. St Petrus menjadi terkenal sebagai seorang pengkhotbah. Sungguh, “Krisologus” artinya “perkataan emas”. Namun demikian, semua khotbah ataupun homilinya singkat saja. Ia khawatir para pendengarnya menjadi bosan. Di samping itu, khotbah-khotbahnya pun bukanlah sesuatu yang luar biasa istimewa ataupun indah. Namun, pesan-pesan yang disampaikannya jauh lebih berharga daripada emas. Ia berkhotbah dengan semangat begitu rupa hingga mampu menggugah hati para pendengar yang mendengarkannya dengan terpukau. Dalam khotbah-khotbahnya, St Petrus mendesak setiap orang untuk menerima Yesus sesering mungkin dalam Komuni Kudus. Ia ingin agar semua orang menyadari bahwa Tubuh Tuhan haruslah menjadi santapan setiap hari bagi jiwa. Uskup yang baik ini juga berjuang demi persatuan segenap anggota Gereja Katolik. Ia berusaha mengatasi segala kebingungan yang ada dalam umat tentang iman Katolik. Ia juga senantiasa mengusahakan damai. St Petrus Krisologus wafat pada tanggal 2 Desember 450 di kota kelahirannya, Imola, Italia. Oleh karena khotbah-khotbahnya yang mengagumkan, yang begitu kaya akan pengajaran, pada tahun 1729 Paus Benediktus XIII memaklumkan St Petrus sebagai Doktor Gereja.
Bagaimana aku dapat membina sikap mendengarkan sepenuh hati kepada orang yang rindu untuk didengarkan?
Tuhan memberkati
.jpg)
0 comments:
Post a Comment