Berbahagialah yang melihat dan mendengar
>> Wednesday, July 28, 2010
Shalom semuanya<>
Memperingati pesta St Yoakim dan St Ana, orangtua Santa Perawan Maria
Renungan bacaan injil :
Mat 13:16-17
Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.
Berbahagialah mata kita karena melihat dan telinga kita karena mendengar.
Apa maksudnya Injil hari ini, "Berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar?" Lalu ayat berikutnya Yesus berkata,"Sesungguhn
Maksudnya adalah, berbahagialah orang yang mampu melihat dan mengerti misteri Karya Tuhan didalam hidupnya dengan mata batinnya dan imannya serta mau turut serta didalam misteri Karya Penyelamatan Allah. Seperti St Yoakim dan St Ana, orangtua Santa Perawan Maria yang pestanya kita peringati hari ini. St Yoakim dan St Ana adalah orang yang paling berbahagia didunia, sebab mereka dengan mata batin dan iman telah mengerti maksud rencana Keselamatan Allah dan menyerahkan Maria, anak mereka untuk turut serta kepada misteri Penyelamatan Allah.
Santa Anna dan Santo Yoakim, Orangtua Santa Perawan Maria
Anna dan Yoakim adalah orangtua kandung Santa Perawan Maria, Bunda Yesus, Putera Allah. Keduanya dikenal sebagai keturunan raja Daud yang setia menjalankan kewajiban-kewajiban agamanya serta dengan ikhlas mengasihi dan mengabdi Allah dan sesamanya. Oleh karena itu keduanya layak di hadapan Allah untuk turut serta dalam karya keselamatan Allah.
Dalam buku-buku umat Kristen abad ke-2, nama ibu Anna sangat harum. Diceritakan bahwa sejak perkawinannya dengan Yoakim, Anna tak henti-hentinya mengharapkan karunia Tuhan berupa seorang anak. Namun cukup lama ia menantikan tibanya karunia Allah itu. Sangat boleh jadi bahwa Anna sesekali menganggap keadaan dirinya yang tak dapat menghasilkan keturunan itu sebagai hukuman bahkan kutukan Allah atas dirinya, sebagaimana anggapan umum masyarakat Yahudi pada waktu itu. Karena itu diceritakan bahwa ia tak henti-hentinya tanpa putus asa berdoa kepada Allah agar kiranya kenyataan pahit itu ditarik Allah dari padanya. Setiap tahun, Anna bersama Yoakim suaminya berziarah ke Bait Allah Yerusalem untuk berdoa. Ia berjanji, kalau Tuhan menganugerahkan anak kepadanya, maka anak itu akan dipersembahkan kembali kepada Tuhan.
Syukurlah bahwa suatu hari malaikat Tuhan mengunjungi Anna yang sudah lanjut usia itu membawa warta gembira ini: "Tuhan berkenan mendengarkan doa ibu! Ibu akan melahirkan seorang anak perempuan, yang akan membawa suka cita besar bagi seluruh dunia!" Dengan kegembiraan dan kebahagiaan yang besar, Anna menceritakan warta malaikat Tuhan itu kepada Yoakim. Setelah genap waktunya, lahirlah seorang anak wanita yang manis. Bayi ini diberi nama Maryam, yang kelak akan memperkandungkan Putera Allah, Yesus Kristus, Juru Selamat dunia. Bagi Anna, Maryam lebih merupakan buah rahmat Allah daripada buah koderat manusia. Kelahiran Maryam menyemarakkan bahkan menyucikan kehidupannya dan kehidupan keluarganya.
Kehidupan ibu Anna tidak diceritakan di dalam Injil-Injil. Kisah tentang hidupnya diperoleh dari sebuah cerita apokrif. Cerita ini secara erat berkaitan dengan kisah Perjanjian Lam tentang Anna, ibu Samuel. Ibu Anna dihormati sebagai pelindung kaum ibu, khususnya yang sedang hamil dan sibuk mengurus keluarganya. Orang-orang Yunani mendirikan sebuah basilik khusus di Konstantinopel pada tahun 550 untuk menghormati ibu Anna. Di kalangan Gereja Barat, Paus Gregorius XIII (1572-1585) menggalakkan penghormatan kepada ibu Anna diseluruh Gereja pada tahun 1584. Nama Yoakim dan Anna sungguh sesuai dengan maksud pilihan Allah. Yoakim berarti "Persiapan bagi Tuhan", sedangkan Anna berarti "Rahmat atau Karunia". St Yoakim dan St Ana doakanlan kami....
(Source: http://www.imankatoLalu ada seorang sahabatku berkata kepadaku," Tuhan memilih Bunda Maria sebagai bunda Tuhan itu cuma suatu kebetulan (baca: it's just lucky). Apa itu pernyataan itu benar?" Kita sebagai orang Kristiani, pengikut Kristus kita percaya bahwa didunia ini tidak ada yang namanya kebetulan (baca: it's not just lucky). Allah telah merencanakan segala sesuatu sejak penciptaan umat manusia. Allah mempunyai rencana yang sempurna sejak awal penciptaan (Yoh. 1:1). Oleh karena itu rencananya untuk memperanakkan seorang manusia, sudah Ia rencanakan sejak awal. Sama halnya, Allah telah memilih Bunda Maria sebagai bunda Tuhan sejak awal rencana keselamatan umat manusia. Allah telah memilih Maria dan Maria menyerahkan kebebasannya dengan menjawab, `Terjadilah padaku menurut kehendakMu..` (Luk 1:38).
Pewartaan malaikat yang memberi salam `Penuh Rahmat` (Luk1:28), mengungkapkan bahwa Allah telah memilih Maria sebagai bendahara, pengurus, penyalur rahmatNya, sehingga segala rahmat dan anugerah Allah (yang merupakan sumber setiap anugerah itu) mengalir melalui tangannya. Seperti yang Maria katakan pada St.Katarina Laboure dalam penampakkannya mengenai medali wasiat pada tahun 1830.
St.Louis Marie de Monfort berkata, `Allah telah menciptakan suatu dunia bagi kaum musafir yaitu dunia kita. Ia telah menciptakan suatu dunia bagi orang yang berbahagia yaitu Firdaus. Tapi Ia telah menciptakan suatu dunia yang lain bagi diriNya sendiri yang diberiNya nama Maria. Bagi Allah Maria adalah taman Firdaus dan Putra Allah masuk di dalamnya untuk mengerjakan mukjizat, menjaganya dan merasa bahagia.
St. Agustinus menyebut Maria sebagai `Forma Dei`, dan memang itulah, `cetak tuang` Allah yang hidup. Karena hanya dalam Maria, Allah menjelma menjadi manusia, dan terbentuk sebagaimana mestinya tanpa kehilangan sedikitpun dari keAllahanNya.
Barangsiapa mau dituangkan kedalam `cetak tuang` Maria dan mau dibentuk, akan menerima ciri-ciri khas Yesus Kristus. Maria telah menerima dari Allah kuasa yang istimewa atas umat manusia untuk memelihara dan menumbuhkan mereka menjadi citra Allah.
Dengan perkembangan iman Gereja menjadi sadar bahwa Maria dipenuhi dengan rahmat Allah dan sudah ditebus sejak di kandungan dan itu diakui oleh dogma `Maria dikandung tanpa noda dosa` yang diumumkan pada th. 1854 oleh Paus Pius IX (KGK 491) (source: http://www.facebook
Bahan renungan buat kita:
1. Sudahkah aku membuka diriku dan hatiku terhadap Karya dan Bimbingan Allah Roh Kudus???
2. Apakah aku mau membiarkan Allah Roh Kudus 'meraja' didalam kehidupanku sehari-hari?
3. Sudahkah aku meluangkan waktu membaca kehidupan/riwayat hidup dan serta berdoa kepada para santo dan santa, para martir, para malaikat dan orang-orang kudus yang disurga???
4. Sudahkah aku menghormati dan menghargai orangtuaku sendiri, nenek moyangku, para orangtua serta berdoa bagi mereka???
God loves us,
Suhardi, Haryati dan Samuel
.jpg)
0 comments:
Post a Comment