TUHAN adalah gembalaku,
Ia tidak berjanji bahwa aku bisa hidup seenak kawanan domba di keluarga kaya.
takkan kekurangan aku.
tetapi Ia berjanji aku tak kan kekurangan.
Hari-hari kulalui bersama-Nya.
Ia berdiri didepan dan memimpin barisan.
Hingga tiba di tempat yang begitu nyaman.
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau,
Tetapi memang, terik matahari tak henti menyengat.
Dan rumput terkadang kotor dan banyak serangga.
Ia membimbing aku ke air yang tenang;
Walau terkadang airnya terasa tak enak,
Kami tetap dapat minum di cuaca yang panas ini.
Dengan meniupkan serulingnya,
Ia menggembalakan kami.
Ia menyegarkan jiwaku.
Aku merasa nyaman mendengar serulingnya.
Ketika padang hijau harus ditinggalkan,
Perjalanan berat kembali harus kami tempuh.
Aku terus melangkah mengikuti-Nya.
Pun, hanya mengikutinya tanpa tahu arah.
Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
Aku melihat banyak musuh dibalik semak,
di kiri,
di kanan,
dibalik pohon,
dan diatas langit,
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman,
Tetapi aku tetap memandang-Nya,
aku tidak takut bahaya,
dan melangkah.
sebab Engkau besertaku
Ternyata, Ia pun sudah tahu kalau banyak musuh kelaparan disekitar kami.
Dan ia tidak tinggal diam.
Ia tidak pula lari.
gada-Mu dan tongkat-Mu
Aku berhati-hati,
Aku bersiaga,
Aku takut.
Tetapi tetap melangkahkan kakiku.
itulah yang menghibur aku.
Ternyata makanan sudah disiapkan dikandang,
Engkau menyediakan hidangan bagiku,
Ditengah badai kelaparan yang terjadi,
melanda kota kami,
melanda kawanan lain.
di hadapan lawanku;
Tak hanya makanan, tetapi makanan sehat bergizi.
Diriku yang kotor pun Kau bersihkan.
Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak
Berat badanku bertambah.
pialaku penuh melimpah.
Bulu wool ku semakin lembut dan indah.
Aku merasa seperti domba yang begitu sehat dan cantik.
Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku,
Aku sungguh bahagia.
seumur hidupku;
dan aku ingin bersama Gembalaku sepanjang masa.
dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.
Amin.
Read more...