myspace graphic comments
Give thanks with agrateful head, give thanks to the Holy one, give thanks for He's given Jesus Christ, His son. And non let the wak say i am strong, let the poor say i am rich, becouse of what the LORD has done, for us. Amen

Ayah…, Maafkan Aku

>> Friday, July 16, 2010

Sepasang suami isteri - seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur.

Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.


Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya… karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.

Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.

Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, “Kerjaan siapa ini !!!” ….

Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih-lebih melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ‘ Saya tidak tahu..tuan.” “Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yang kau lakukan?” hardik si isteri lagi.

Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata “DIta yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik …kan!” katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.

Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan.

Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa… Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.

Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka-luka dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka-lukanya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. “Oleskan obat saja!” jawab bapak si anak.

Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. “Dita demam, Bu”…jawab pembantunya ringkas. “Kasih minum panadol aja ,” jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya. Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. “Sore nanti kita bawa ke klinik. Pukul 5.00 sudah siap” kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. “Tidak ada pilihan..” kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut…”Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah” kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.

Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. “Ayah.. ibu… Dita tidak akan melakukannya lagi…. Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi… Dita sayang ayah.. sayang ibu.”, katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. “Dita juga sayang Mbok Narti..” katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.

“Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti?… Bagaimana Dita mau bermain nanti?… Dita janji tidak akan mencoret-coret mobil lagi, ” katanya berulang-ulang.

Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf…..

Tahun demi tahun kedua orang tua tersebut menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang Ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yang tak bertepi…, Namun…, si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tersebut tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya..

Read more...

Istri Yang Suaminya Maniak Komputer

Gini nih kalo udah punya suami yang maniak komputer, pulang ke rumah bahasanya ga jauh-jauh sama komputer hehehe, simak deh.

  • Suami: (Pulang telat dari kantor) “Selamat malam sayang, sekarang saya logged in.”
  • Istri: “Apakah kamu bawa oleh-oleh yang aku minta?”
  • Suami: “Bad command or filename.”
  • Istri: “Tapi aku bilangnya dari tadi pagi!”
  • Suami: “Errorneous syntax. Abort?”
  • Istri: “Trus, bagaimana tentang beli televisi baru?”
  • Suami: “Variable not found…”
  • Istri: “OK deh, kalo gitu aku minta kartu kreditmu. Aku mau belanja sendiri aja.”
  • Suami: “Sharing Violation. Access denied…”
  • Istri: “Apakah kamu lebih mencintai komputer daripada aku? Atau kamu hanya main-main saja?”
  • Suami: “Too many parameters…”
  • Istri: “Itu kesalahan terbesar kalo saya menikahi orang ‘idiot’ sepertimu.”
  • Suami: “Data type mismatch.”
  • Istri: “Kamu tidak berguna.”
  • Suami: “It’s by Default.”
  • Istri: “Bagaimana dengan gajimu?”
  • Suami: “File in use … Try later.”
  • Istri: “Kalo gitu apa posisiku di keluarga ini?”
  • Suami: “Unknown Virus.”

Read more...

Ini nih Penyakit Cewe Yang Bikin Cowo Ga Demen

Ini dia 6 penyakit yang biasa menjangkiti cewe, en biasanya para cowo paling ga demen kalo cewe-nya kena penyakit kek gini. cekidot Ndan!!

1. Nangisitis
Akibat terlalu sensitif.
Gejalanya : bibir cemberut, mata kedip-kedip.
Efek sampingnya : mata bengkak, saputangan banjir, hidung meler, bawaannya ngurung diri atau terkena penyakit Curhatitis A.
Penyakit ini bisa diobati dengan obat Tegaridol, OBH (Obat Berhati Hamba).

2. Curhatitis

Bawaannya pengen nyerocos.
Efek samping : rahasia orang bisa bocor, terkena Nangisuitis.
Penyakit ini bisa diarahkan positif jika ia bercuhatitisnya ke orang yang tepat, apalagi sama Tuhan.

3. Cerewetisme
Lebih parah dari Curhatitis B, tidak mengandung titik koma.
Efek samping : muncrat, telinga tetangga budek, dada cowoknya bisa jadi lebih halus karena sering mengelus.
Lebih cepat makan pil dengar dan minum tablet bicara lebih diperlambat.

4. Lamanian Dandanitos
Pengennya diem depan cermin. Tangan kiri gatel-gatel pengen pegang sisir, tangan kanan kram-kram pengen teplok-teplok pipi pake bedak.
Efek samping: menor, telat, cowoknya berkarat, nggak kebagian makanan. Minum segera Sari Bawak (Bagi Waktu) dan Taperi (tambah percaya diri).
Buat cowok minum Toleransikipil 230 sendok sehari sesudah dan sebelum mandi.

5. Cemburunotomy
Gejala : muka lonjong, tangan mengepal, alis menukik.
Coba cegah dengan obat sirup prasangka baik tiga sendok sehari, pil pengertian dan tablet selidiki dahulu.

6. Ngambekilation
Gejala hampir sama dengan Cemburunotomy.
Minum Sabaron dan Bersyukurinis.

sumber : lucu2

Read more...

You Do It Wrong - Anda Salah Melakukannya

Kumpulan beberapa gambar lucu dan aneh yang akan membuat kita akan tersenyum karena melihatnya

doin-it-w

Sumber : thechive.com

Read more...

Ciri-ciri Bos Yang Tidak Disukai Karyawan

Apakah Anda bijak dalam memimpin anak buah di kantor? Konsultan senior di Common Sense work. com, Ramon Greenwood, menyarankan para Bos mengenali sifat kepemimpinan.

Menurut Greenwood karakter bos yang kurang luwes dan kerap bertindak menakutkan bagi karyawan menciptakan organisasi dipenuhi kecemasan, keraguan, dan ketidaknyamanan. “Karyawan lebih terfokus dengan pekerjaan rutinitas dibandingkan berpikir masa depan, karena takut disalahkan,” katanya.

Berikut sifat-sifat Bos yang tidak disukai menurut Greenwood.

  1. Memegang kontrol secara mutlak, kukuh tidak mau mendelegasikan wewenang.
  2. Kerap mengganggu pekerjaan staf, misalkan dengan cara mengecek atau menanyakan perkembangan pekerjaan tanpa mempedulikan waktu.
  3. Terus-menerus mempertahankan posisinya. Kritik dianggap sebuah serangan atas jabatannya.
  4. Merasa benar dan tidak mengakui kesalahannya. Bos seperti ini paling antusias memarahi jika menemukan stafnya melakukan kesalahan. Tetapi jika dirinya melakukan kesalahan, dia akan menyalahkan orang lain.
  5. Sering menolak membuat keputusan.
  6. Kerap mengingatkan stafnya bahwa dia adalah bos.
  7. Tidak suka ditertawakan tapi suka menertawai orang lain.

Greenwood juga memberikan tips kepada karyawan yang memiliki Bos seperti di atas.

Tips itu antara lain:

  1. Rendah diri di hadapan bos. Hormati posisinya dan berkomitmen membantu pekerjaannya.
  2. Setiap ada kesempatan dukung bos Anda, terutama pada kondisi yang tertekan dan buruk.
  3. Bila harus berhadapan dengan Bos, misalkan dalam rapat, lakukan dengan cara yang sopan. Jangan mengkritik di depan orang lain.
  4. Jangan berhubungan dengan atasan bos, tanpa sepengetahuannya.
  5. Saat menjadi pusat perhatian, pastikan anda berada satu langkah di belakangnya.

Read more...

Coba Memahami Wanita (Untuk Para Pria)

Bisakah Anda memahami wanita? Saya segera melarikan diri jika ada yang menjawab bisa. Bukan karena membingungkan, tapi karena wanitalah makhluk yang paling ambigu. Kita tidak pernah tahu pentingnya mereka bagi kita sampai kemudian kita kehilangan mereka.

Kita tidak akan pernah bisa memahami kenapa mereka bersedia berpakaian seksi, kelayapan di mall, tapi menolak untuk dipelototi. Kita juga tidak pernah bisa memahami kenapa mereka bersedia melakukan operasi pengencangan payudara (artinya payudara mereka selanjutnya terbuat dari plastik, sama dengan ember) padahal mereka tahu bukan bagian itu yang membuat kita mencintai mereka.

Saya tidak pernah bisa memahami mereka. Dan tidak ingin mencoba lagi. Bukan karena saya kapok. Tapi karena saya tidak akan pernah bisa. Bisakah Anda memahami kenyataan berikut ini: mereka sangat seksi dengan pakaian dalam miu-miu tapi menjadi biasa saja ketika telanjang bulat? Mereka bisa sangat menggairahkan dengan rok yang tersingkap sedikit saja dan memaksa kita berpikir yang tidak-tidak, tapi kemudian malah terlihat lucu ketika telanjang sebab ada sisa lemak di sana-sini. Mereka jugalah yang bersedia memakai bra dengan penopang kawat, supaya kita memperhatikan dan mengaguminya dengan takjub. Minimal supaya kita tidak melihat ’isi kawat’ tetangga.

Bisakah Anda pahami semua itu?

Semua wanita matre: sebab mereka menyukai keindahan, dan keindahan adalah daftar harga yang harus kita bayar. Hanya alam yang memberikan keindahan secara gratis, meskipun jalan menuju ke sana tetap harus bayar. Semua wanita suka dipuji: sebab mereka menikmati pujian. Tapi pujian yang berlebih dan tidak tepat waktu justru membuat mereka jengah. Pujian Anda akan dimaknai gombal, walaupun mereka tetap suka digombali. Hampir semua perempuan mencintai anak kecil, dan mereka jugalah yang mengidap baby blues. Hampir semua wanita mengatakan hal ini: gue capek nangis mempertahankan hubungan kita. Dan itu dikatakan sambil menangis. Hampir semua wanita mengidap sindroma ini: pada usia 17 – 23 tahun selalu come up dengan pertanyaan siapa el-lu. Pada usia 24 – 29 tahun come up dengan pertanyaan siapa gue. Pada usia 30 – 35 tahun come up dengan pertanyaan siapa aja deh pokoknya ML.

Hampir semua wanita menangis usai mengucapkan ijab-kabul, dan membiarkan kita bingung sendiri mengartikan tangisan itu ekspresi rasa gembira atau ekspresi menyesal telah menikah dengan kita. Wanita jugalah yang dianugerahi kelebihan terutama mencium bau busuk selingkuh kita. Sesekali mungkin Anda bisa menipu mereka, tapi mereka cepat belajar. Wanita jugalah yang sanggup datang menemui wanita selingkuh kita, mengajaknya belanja dan nyalon bersama, mengajaknya meni-pedi, sambil meminta si wanita melepas kita untuk kembali ke rumah secara baik-baik, dan tak bercerita apa pun ke kita karena justru selingkuhan kita yang bercerita. Wanita jugalah yang bisa menahan rasa sakit 9 kali lebih baik dari kita pria.

Masihkah Anda berusaha memahami mereka?

Usaha memahami wanita, sejatinya, bukan usaha yang sia-sia. Minimal kita tahu pada akhirnya kita selalu gagal memahami mereka. Mereka bisa sangat tahu hadiah apa yang kita butuhkan di hari ulang tahun kita. Tapi kita harus bertanya ke temannya hadiah apa yang pas untuknya di hari ulang tahunnya. Kita menyerahkan sepenuhnya kepada mereka pilihan film yang akan ditonton, dan sesampai di dalam kita memikirkan hal lain yang tidak berhubungan dengan film tersebut. Ketika mereka bertanya apakah kita menikmati filmnya, dengan semangat tipsani (tipu sana-sini) kita berujar: owh, tentu. Kamu yang milih kan . Kita tidak berani mengatakan film itu membosankan, hanya karena kita tidak ingin menyinggung perasaan mereka. Kita selalu mengganggap mereka fragile, lemah. Tapi ketika mereka mengatakan enough is enough, kita yang datang menyembah termehek-mehek dengan janji sejuta surga. Anehnya, kadang mereka percaya akan ada sejuta surga.

Jika ada orang ke tiga di antara kita dan mereka, biasanya kita menyelesaikannya dengan ancaman, dengan hardikan. Sedangkan mereka menyelesaikannya dengan cara yang lebih elegan: mandi selama mungkin, berdandan secantik mungkin, tersenyum seyahud mungkin, dan menyapa seindah mungkin. Mereka hendak mengatakan, hei…, see, saya lebih cantik dari wanita yang hendak mengganggumu itu. Cupunya kita, men’s talk selalu sekitar paha dan dada: siapa sudah mencicipi siapa, siapa sudah merasakan siapa, siapa dengan ukuran berapa, siapa sempit siapa lebar, siapa basah siapa kering –seakan-akan ukuran, sempit, kering menjadi penting kalau tidak akan terjadi kiamat. Sementara girl’s talk selalu tentang siapa lebih charming dari siapa, siapa yang ingin mencium siapa. Sesekali mereka juga membahas ukuran, tapi biasanya dilakukan untuk lucu-lucuan saja.

Kita sering membahas ukuran mereka. Padahal ketika ’pertandingan mencangkul sawah’ dilaksanakan, kita jarang ’menunggu’ mereka. Bagi mereka, keluar bareng adalah ekspresi cinta sejati. Tapi bagi kita keluar bareng adalah ekspresi usai nonton bioskop. Ini bukan soal jender, tapi kenyataan bahwa kita tidak mampu memahami kedalaman cinta mereka. Kita selalu mahir berkisah tentang pekerjaan-pekerjaan kita, tentang dunia yang hendak kita raih, dengan sedikit bumbu di sana-sini, dan mereka kita minta mendengarkan saja dengan takjim. Ketika mereka bercerita tengtang Zara, tentang Nine West, kita mulai menempelkan stiker matre ke kening mereka. Padahal, hei, mereka menyukai keindahan, yang ujung-ujungnya akan dipersembahkan kepada kita. Kita saja yang tidak mampu memahami maknanya.

Pernahkah Anda memeriksa fakta berikut ini: dibanding ayah Anda, ternyata Ibu Anda lebih sering tidur belakangan untuk membenahi semua hal, dan bangun lebih dulu untuk memulai semua hal. Periksa baik-baik fakta berikut ini: dibanding ayah Anda, ibu Anda lebih sering mengkhawatirkan keselamatan Anda!

Tahukah Anda kenapa wanita suka menggunakan pakaian dalam warna hitam? Selain karena terlihat seksi, elegan, dan penuh misteri, juga karena mereka ingin menghidupkan kenangan kita akan emak kita dulu. Selalu ada sifat kanak-kanak dalam diri semua laki-laki, dan selalu ada sifat ingin diasuh, oedipus complex, dalam diri kita. Dan mereka tahu itu. Mereka mungkin menyukai warna biru, sesekali warna krem atau pink dengan renda di sekeliling untuk membantu menghiasi hari-hari mereka. Mereka mungkin saja memilih warna putih untuk memulai hari. Atau warna merah tua ketika mereka ingin tampak seksi. Tapi warna hitam tetap favorit mereka. Satu dari satu wanita mempunyai pakaian dalam warna hitam. Jangan tanyakan ke mereka, karena mungkin saja mereka sedang memakainya.

Jangan karena ayat suci menyatakan ”istrimu adalah sawah, cangkullah sesukamu’ maka kita merasa mendapat hak untuk menghampiri mereka kapan saja di mana saja. Tidakkah Anda cukup mendapat informasi bahwa seminggu sebelum dan seminggu setelah mereka period adalah masa emas mereka untuk ’dicangkul’? Tidak perlu menjadi ahli roket untuk mengetahui hal remeh itu. Mereka bahkan bersedia mengingatkan kita akan tanggal-tanggal keramat itu. Pada tanggal 23 setiap bulan mereka akan suka cita berkata eh, tanggal 25an aku period loh. Ketahuilah, itu sign, tanda, bukan tanggal gajian.

Begitulah, kalau Anda masih mampu selingkuh setelah mendapatkan pelayanan sehebat itu, kini justru Anda yang sulit saya pahami.

Read more...

Farrah Gray, Milyarder muda sejak umur 14 tahun

Farrah Gray adalah seorang anak yang berasal dari kalangan minoritas di Amerika, dan sekarang pun ia masih menjadi bagian dari kalangan minoritas. Bedanya, kalau dahulu Gray adalah seorang keturunan Afrika-Amerika miskin, yang merupakan minoritas di Amerika, maka sekarang ia telah menjelma menjadi milyarder muda, yang juga merupakan minoritas di dunia ini, karena ia telah menjadi bagian dari 1% penduduk dunia yang menguasai peredaran uang.
Perjalanan Gray menuju kesuksesan bisa dibilang begitu “instant”. Tapi, mungkin lebih tepat lagi kalau disebut “ngebut”, karena ia benar-benar mencapai impiannya dengan usahanya sendiri, dan tentunya dukungan dari keluarga dan rekan-rekannya. Gray ialah seorang anak muda yang begitu menginspirasi banyak orang.

Dahulu, pria kelahiran tahun 1984 ini tinggal bersama keluarganya di sebuah apartemen kelas bawah, yang toiletnya sering macet dan banyak dihuni kecoak. Rasa sayangnya terhadap keluarga membuatnya ingin memberi yang terbaik bagi mereka, seperti apa yang sering ia lihat di layar televisi.

Pikiran Farrah Gray yang sudah begitu berpandangan ke depan membuatnya berkeputusan untuk mencari uang dengan cara berjualan ketika berusia 6 tahun. Apa yang ia jual waktu itu pun cukup sederhana, yaitu batu yang ia lukis sendiri sebagai ganjalan pintu. Ia berjualan keliling dari rumah ke rumah, dan bahkan membuat kartu namanya sendiri. Di dalam kartu nama tersebut, ia menyebut dirinya sebagai “CEO Abad 21”.

Suatu saat, ia memberi kartu namanya pada seseorang yang bernama Roy Tauer. Tentu saja ia terkesan dengan kartu nama bertuliskan “CEO Abad 21” yang dimiliki oleh seorang anak yang berusia sekitar 8 tahunan waktu itu. Tauer kemudian melihat adanya ambisi entrepreneurship dalam diri Gray, sehingga ia mengajaknya mendirikan sebuah klub bisnis yang diberi nama U.N.E.E.C ( dibaca Unique, singkatan dari Urban Neighborhood Economic Enterprise Club). Klub itu sendiri adalah sebuah organisasi yang mendorong anak-anak muda menjadi pengusaha.

Perjalanan bisnis Farrah Gray terus saja mengalir, dan bahkan Gray berhasil memiliki kantor di Wall Street, sehingga ia menjadi orang termuda di sana!

Di usianya yang ke-11, Farrah Gray kemudian mendapat wawancaranya yang pertama di KVBC Channel 3. Tiga tahun kemudian, di usianya yang ke-14, Gray secara resmi berhasil menjadi seorang milyarder muda dari penjualan yang menembus $1.5 juta dolar dari perusahaan Farr-Out Food miliknya. Kerajaan bisnisnya bertambah lagi ketika ia mengakuisisi majalah Innercity di usia 19 tahun.

Berkat kiprah Farrah Gray dalam bidang bisnis dan juga kepemimpinan & integritasnya, ia mendapat gelar Doktor kehormatan dari Allen University. Buku-buku yang ditulisnya pun laris manis, dan buku yang melambungkan namanya yang berjudul Reallionaire telah dipuji berbagai kalangan, termasuk mantan presiden A.S. Bill Clinton serta pengarang Chicken Soup For The Soul, Jack Canfield dan Mark V. Hansen.

Dengan berbagai prestasinya yang luar biasa dan usianya yang masih muda itu, Gray tentunya masih memiliki banyak cita-cita. Gray mengatakan bahwa tujuan hidupnya adalah untuk terus tumbuh, berkembang, dan memberi sumbangan atau kontribusi pada masyarakat. Jiwa sosialnya ini telah ia buktikan dengan berdirinya Farrah Gray Foundation, sebuah yayasan yang fokus pada pendidikan entrepreneurship bagi anak muda, di mana ia menyumbangkan honornya sebagai seorang pembicara.

Farrah Gray adalah seorang pemuda yang dinamis dan optimis, yang senantiasa percaya akan kata-kata neneknya yang berbunyi:

“’If better is possible, than good is just not enough.”

– Jika kita bisa melakukan yang lebih baik, maka bagus saja belum cukup.

Read more...

Farrah Gray

The Essential Lessons that took me from Public Assistance to a Millionaire -- by the Age of 14
"My story, though unique, is not unlike others who began with nothing more than a dream fueled by sheer determination. I believe my story will remind you of the kid in all of us who knows no limits and believes anything - and everything - is possible."--Farrah Gray
About Farrah Gray

Farrah Gray is an internationally known and respected entrepreneur and business leader who addresses more than half a million people per year on leadership, personal development, diversity, strategic planning, creativity, business development and financial management. Gray is a 21-year old African-American man who has risen to national prominence in an American “rags-to-riches” story of success, perseverance and hard work. Raised in the projects on Chicago’s south side, Gray defied the odds and became a self-made millionaire by the age of 14. Gray is one of the great business minds and icons of his generation. At the age of 21, he has achieved more than many achieve in a lifetime.

Gray began his entrepreneurial, personal development and civic engagement as a stellar young citizen at six years old by selling his own hand-painted rocks as book-ends and home-made body lotion door-to-door. At age 7, he was carrying business cards reading “21st Century CEO.” At 8, Gray became co-founder of Urban Neighborhood Enterprise Economic Club (U.N.E.E.C.) on Chicago’s Southside. U.N.E.E.C. was the forerunner of New Early Entrepreneur Wonders (NE2W), the flagship organization he opened on Wall Street. NE2W enlisted, educated and engaged “at-risk” youth by creating and developing legal ways for them to acquire additional income. Gray is the youngest person to have an office on Wall Street.

Between the ages of 12 and 16 years old, Gray founded and operated business ventures that included KIDZTEL pre-paid phone cards, One Stop Mail Boxes & More franchise and The Teenscope “Youth AM/FM” interactive teen talk show, Gray was also Executive Producer of a comedy show on the Las Vegas Strip and owner of Farr-Out Foods, “Way-Out Food with a Twist,” aimed at youth familiar with the company’s first Strawberry-Vanilla syrup product. Farr-Out Foods “Foodfulooza” generated orders exceeding $1.5 million.

As a pre-teen, Gray reached 12 million listeners and viewers every Saturday night as co-host of “Backstage Live,” a syndicated television and radio simulcast in Las Vegas. Gray’s inspirational spirit and grounded personality sparked requests from organizations around the country. According to Naples Daily News, “Farrah Gray touched them in a way few speakers can.” Gray's sense of social responsibility motivated him to create the non-profit organization, The Farrah Gray Foundation. Among other programs and initiatives, his Foundation focuses on inner city community-based entrepreneurship education and provides scholarship/grant assistance for students from at-risk backgrounds to attend HBCU's (Historically Black Colleges and Universities). Gray donates his honorariums from speaking engagements (which can be upwards of $10,000) and the proceeds of his book to his Foundation in what he refers to as his “self-imposed” youth tax. Gray’s work did not remain under the radar-screen for long. He was given a three-year term on the Board of Directors of United Way of Southern Nevada at the age of 15 and also became the youngest member of the Board of Advisors for the Las Vegas Chamber of Commerce.

In December 2005, The Farrah Gray "goFarr" Prepaid Mastercard was introduced. Cardholders are able to increase their financial literacy with financial advice from Gray during live chats, pod casts, e-mails and discussions of business trends and ideas. "When I look at the fact that one-quarter of 18-24-year-olds are 'un-banked' I see that it is a problem that plagues low-income people of all ages," says Gray. "This card can be an empowering tool that will instill valuable budgeting habits and responsible money management skills." First Premiere Bank and Diamond Financial Products unveiled its newest debit card, The Farrah Gray Prepaid Mastercard®, which features Gray’s likeness on it. The “goFarr” card is designed to increase financial freedom and financial literacy.

Gray is also the Co-Chair of Relational Brokers Alliance Consultancy (RBA). He has consulted with the U.S. Department of Commerce Minority Development Agency in the creation of a youth entrepreneurship institute and JP Morgan Chase to name a few. According to NV Magazine "Farrah Gray is one of the most respected and uncommon business minds to date."

Gray was also the youngest member of the “African-American Leadership” Roundtable invited by President Bush and the Director of the White House Office of Faith-Based and Community Initiatives, to set the stage for the upcoming corporate and philanthropic summit being planned for March 2006. Gray is renowned as the youngest African-American to rise from public assistance to business mogul without being in entertainment or having a family connection.

Gray is the author of “Reallionaire” which was nominated by NBC & Publishers Weekly Quill Awards in the category of "Health/Self-Improvement." His book appeared on Amazon and Barnes & Noble’s Bestseller List two weeks before its international release. “Reallionaire” was also named as the #1 Best selling Nonfiction Paperback Book in the August 2005 Issue of Essence Magazine. Gray’s book and his journey to succeed against the odds have become required reading and part of classroom study from elementary school to entrepreneurship departments on college campuses. “Reallionaire” has been endorsed by former President Bill Clinton, Pierre Sutton, Stedman Graham, Jack Canfield and Mark Victor Hansen. Gray is also a Contributing Author to Chicken Soup for the African-American Soul.

Gray’s honors include Keys to the Cities of Dallas, Shreveport, and Cincinnati. He has received Proclamations from the Governors of Illinois and Nevada, the Mayors of Chicago, Las Vegas and New Orleans and Clark County Nevada Commissioners. Gray’s Awards include The National Urban League Whitney M Young Jr. Entrepreneurship Award, The Indiana Black Expo (IBE), Hoosier Lottery Entrepreneur Award for 2005, The Alabama A&M Students In Free Enterprise (SIFE) Award, The Davidson College Love of Learning Lifetime Educational Achievement Award, Central State Award Appreciation for contributions made in the area of entrepreneurship, NV Magazine Vision Award and the American Red Cross Award of Appreciation.

Since his first interview at 11 years old on KVBC Channel 3, Gray has been featured in hundreds of print, magazine, radio and television venues such as: ABC World News with Peter Jennings, Good Morning America, The Montel Williams Show, Life & Style, Tavis Smiley Late Night on PBS, Good Day LA, CNBC, BET, NBC, FOX, CBS, NPR, The Tom Joyner Show, ABC Radio, Neal Boortz, Sean Hannity, Radio One, XM Satellite Radio, Ebony Magazine, Essence, Readers Digest English 2 Go, Gospel Truth, NV Magazine, MBE, Folio, Las Vegas Review Journal, Wall Street Journal, Atlanta Voice, Dallas Morning News, Sacramento Bee and Montreal Gazette. Gray’s biography is recognized in the 2005 Marquis "Who's Who in America".

Farrah Gray's keynote speeches are a motivating mix of practical business advice and inspiring personal journey. Audiences across America have responded with enthusiasm to his uplifting message.

Below is the amazing Farrah Gray timeline starting at the age of 6:

At Age 6

* Farrah Gray sold body lotion for $1.50 from door to door


At Age 7

* he carried a business card that read “21st Century CEO”

At Age 8

* in Chicago, Farrah started UNEEC (Urban Neighborhood Economic Enterprise Club)

At Age 9


At Age 12

* Farrah had a lucrative nationwide speaking career commanding $5 - $10 thousand per appearance





At Age 13
  • Farrah started Farr-Out Foods, a specialty foods company headquartered in New York, targeting young people

At Age 14

  • Farrah officially became a millionaire by hitting sales of $1.5 million for Farr-Out Foods
  • Farrah started New Early Entrepreneur Wonders (NE2W) Student Venture Fund


At Age 15

  • Farrah negotiated selling of Farr-Out Foods for one million plus
  • Farrah founded the Farrah Gray Foundation
  • Farrah was sent a special invitation to consult and oversee an entrepreneurial institute for The Minority Business Development Agency of the U.S. Department of Commerce
  • Farrah was elected by the United Way of Southern Nevada to sit on the Board of Directors for a three-year term as the youngest director ever to sit on any United Way board nationwide
  • Farrah had the distinct honor of serving as the youngest Board of Advisor for the Las Vegas Chamber of Commerce


Author

Praises for Farrah Gray & Reallionaire

You Are Just The Best & The Real Thing
Suze Orman #1 New York Times Best Selling Author

Need to know how to make a million bucks just ask Farrah
Montel Williams Show

America's Reallionaire
CBS News

Lacing his talk with humor that easily connected with his audience
Abilene Reporter News

Farrah is a tycoon...
Dallas Morning News

Read more...

Funy video

Page Rank

Check Page Rank of your Web site pages instantly:

This page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service

Our Blogger Templates

Get earn !! member free

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2010

Back to TOP