Renungan Kamis, 29 Juli 2010
>> Friday, July 30, 2010
Shalom semuanya,
Bacaan Injil: Yoh11:19-27 or Luk10:38-42
Perayaan : St Martha
Ketika Yesus dan murid-murid-
Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."
Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya." Luk10:38-42
Shallom semuanya,
Tentunya kita pernah mendengar istilah “burn out” dalam pelayanan. Mengapa bisa begitu?
Ada orang yang begitu berapi-api ketika baru mengenal Tuhan dan terjun bebas kepada pelayanan ini dan itu.
Tetapi ketika tenggelam hanya dalam kesibukan sendiri dan kurang membangun relasi dengan Tuhan, maka ada ketimpangan yang terjadi.
Inti pelayanan dengan kasih(Yoh4:7-
Inilah tanda-tanda bahwa kita telah mengandalkan kekuatan kita sendiri dalam menghadapi segala sesuatu yang terjadi dalam pelayanan kita tersebut. Kita lupa kepada yang telah memotivitasi kita pada awalnya, yaitu Tuhan sendiri. Kita lupa untuk membuka mata kita untuk melihat panduanNya, lupa untuk membuka kuping kita kepada kata-kataNya/
Marta pada injil hari ini, ketika Ia menyadari bahwa Ia “sibuk sekali” melayani Luk10:40, Ia meminta kepada Tuhan bantuan.
Ini adalah kesadaran yang baik, bahwa Marta mulai menyadari keadaan dirinya yang jauh dari Tuhan dan mulai membuka percakapan dengan Tuhan untuk meminta bantuanNya. Saat jiwa, hati dan roh kita terbuka padaNya, Tuhan menyegarkan jiwa kita yang telah kering dan haus akan urapanNya. Tuhan menyadarkan Marta akan kekuatirannya dan yang telah menyusahkan dirinya sendiri dengan banyak perkara dan lupa untuk menyediakan waktu untuk Tuhan.
Ada saat kita harus mempunyai kontrol akan aktivitas-aktivitas kita dan menyediakan saat hening bagi Tuhan. Entah itu dengan doa harian, baca alkitab, me-recharge diri dengan mengikuti seminar-seminar (baca: rekoleksi), retret.
Bahan Renungan:
1. Sejauh ini apakah kita menjalani kehidupan religious kita dengan berimbang, menjadi pendengar dan pelaku Firman seperti Maria dan Marta?
2. Apakah ada ketimpangan-
3. Sudahkah kita menyediakan waktu yang cukup untukNya? Semakin banyak kita melayani semakin banyak juga kita harus berdoa.
4. Jika kita dipercayakan/
Saint Martha pray for us.
St. Marta (dikutip dari yesaya.indocell.
Marta adalah saudari Maria dan Lazarus. Mereka tinggal di sebuah kota kecil bernama Betania, dekat Yerusalem. Ketiga bersaudara itu adalah sahabat-sahabat Yesus. Yesus seringkali datang mengunjungi mereka. Sesungguhnya, dalam Injil dikatakan: “Yesus mengasihi Marta, dan saudaranya Maria dan Lazarus.” Marta dengan senang hati melayani Yesus apabila Ia datang mengunjungi mereka. Suatu hari, Marta sedang menyiapkan makanan bagi Yesus dan para murid-Nya. Marta yakin bahwa tugasnya akan lebih ringan apabila saudarinya datang membantu. Ia melihat Maria duduk tenang dekat kaki Yesus, asyik mendengarkan Dia. “Tuhan, suruhlah dia membantu aku,” pinta Marta kepada Yesus. Yesus amat senang dengan semua layanan kasih sayang Marta. Tetapi, Ia ingin Marta tahu bahwa mendengarkan Sabda Tuhan dan berdoa jauh lebih penting. Jadi dengan lembut Yesus berkata kepadanya, “Marta, Marta engkau khawatir akan banyak hal, namun hanya satu saja yang perlu. Maria telah memilih bagian yang terbaik.”
Iman Marta yang mendalam kepada Yesus tampak nyata ketika saudaranya, Lazarus, meninggal. Begitu ia mendengar bahwa Yesus sedang dalam perjalanan menuju Betania, Marta pergi menyongsong-
Sesudah kejadian itu, Yesus datang lagi dan makan bersama dengan Lazarus, Marta dan Maria. Seperti biasanya, Marta melayani mereka. Namun demikian, kali ini Marta melayani dengan sikap yang lebih tulus serta penuh kasih. Ia melayani dengan hati yang penuh sukacita.
Pada hari ini kita hendak mengulangi pernyataan iman Marta kepada Yesus: “Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkau-lah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.” (Yoh 11:27)
Tuhan memberkati
.jpg)
0 comments:
Post a Comment